Bedah Buku Kritik Atas Adopsi IFRS Perspektif Ekologi Akuntansi

Pertanyaan besar pasti akan terbesit di pikiran sesaat membaca judul buku ini. Diantaranya akan bertanya, apa hubungan antara akuntansi dengan ekologi? Sebagian orang akan tertarik begitupun sebaliknya, ada yang bersikap tak mau tahu.

Penulis mengajak pembaca agar tidak melihat IFRS sebagai hal mutlak untuk diterapkan sebagai suatu standar. Buku ini tegas mengulas secara mendalam perjalanan adopsi IFRS dengan meninjau dari berbagai literatur. juga penulis meneliti secara langsung ke lembaga terkait.

Contoh-contoh lapangan di ulas dalam buku ini didapat melalui wawancara dengan pihak terkait seperti  Anggota DSAK (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) – MS para pendahulu akuntansi,   JH Mantan pengurus DPN-IAI yang terlibat dalam kebijakan adopsi IFRS- AH mantan ketua KNPAI dan Komite Standar Akuntansi – HK Kementrian BUMN, asisten bid Industri strategis – GT Kementrian Keuangan, PPAJP – LS Bapepam-ERW  Partner KAP Big Four (EY dan Delloite) Perusahaan wajib IFRS(BRI, CIMB Niaga, Askrindo)

lebih menarik lagi saat peneliti mencoba mengungkapkan siapakah tokoh kunci dan apa strategi yang dimainkan guna memuluskan keinginan adopsi IFRS. Bagaimana perjalanan standar akuntansi Indonesia. ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Buku ini juga mengkritisi beberapa pihak yang terlibat dalam adopsi kebijakan IFRS di Indonesia. seharusnya, sebagai salah satu negara yang ikut dalam derasnya arus kesepakatan penggunaan standar akuntansi global (IFRS), Indonesia hendaknya tidak hanya mengikuti arus, namun pengambilan sikap dan keputusan adopsi selayaknya lebih didasarkan karena kebutuhan akuntansi yang harus dipenuhi oleh pemakai informasi akuntansi di Indonesia. Masyarakat harus realistis dan kritis terhadap fenomena adopsi IFRS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *