Diskusi Buku “Sisi Remang” Pengelolaan Keuangan Daerah: Perspektif Aktor, Agama dan Budaya

Pemateri :
? Achdiar Redy Setiawan
– Penulis Buku “Sisi Remang” Pengelolaan Keuangan Daerah
– Mahasiswa S3 Universiti Sains Malaysia
– Aktivis Relawan Riset

Moderator :
? Abdul Khalik
– Mahasiswa S2 Universiti Teknikal Malaysia Melaka
– Aktivis Peneleh Angkatan 5

Adapun pelaksanaan agenda ini yaitu pada
Hari, tanggal : Senin, 21 September 2020
Pukul : 15.00 WIB – Selesai
Tempat : di Zoom Meeting

?Pendaftaran : bit.ly/BedahdanDiskusiBuku

Pemesanan buku: klik bit.ly/cp-penerbit-peneleh atau ke +6287882382740 (Penerbit Peneleh)
.
“Otonomi daerah dalam bentuk pelimpahan sebagian urusan pemerintahan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan bagi negeri seluas dan seberagam Indonesia. Idealitas konsep cara mengelola (keuangan) negara ini, sayangnya, masih menyembulkan praktik-praktik yang nir-ideal. Publik masih disuguhi potret buram berupa penyalahgunaan keuangan negara, terutama di tataran pemerintah daerah. Celakanya, laku lancung ini merata secara massif di pelbagai daerah di bumi nusantara. Apa yang ditunjukkan oleh ramai aparatur yang diamanahi mengelola keuangan daerah semacam ini sejatinya telah menjauhkan niat mulia desentralisasi kekuasaan pemerintahan.

Di balik pelbagai perkara penyalahgunaan kekuasaan di daerah yang menyeruak begitu rupa, ada fenomena “abu-abu” yang selama ini berjalan secara terstruktur dan sistematis serta “dianggap biasa” dalam pengelolaan keuangan daerah. Jika ditelaah secara jernih, praktik yang coba diangkat oleh buku ini dan diistilahkan sebagai “sisi remang” pengelolaan keuangan daerah ini mengarahkan pada tindakan “fraud” yang lebih besar. Menariknya, fenomena “sisi remang” ini membuhulkan multitafsir dalam perspektif aktor pengelola keuangan daerah. Mayoritas kesan yang menyeruak menampilkan seolah-olah hal demikian adalah suatu hal yang biasa dilakukan”

Multitafsir atas praktik “sisi remang” pengelolaan keuangan daerah ini menarik untuk didiskusikan. Selanjutnya, dengan mengggunakan pendekatan metodologi “bid’ah hermeneutics”, buku ini juga menyajikan tafsir berdasar perspektif agama (Islam) dan budaya (Madura) untuk memberikan pemahaman nilai yang utuh dan holistik atas multitafsir aktor atas “teks” pengelolaan keuangan daerah yang terhidangkan

Untuk memahami lebih dalam kondisi fenomena di atas, Penerbit Peneleh menyelenggarakan Diskusi Buku “Sisi Remang” Pengelolaan Keuangan Daerah: Perspektif Aktor, Agama dan Budaya.

One thought on “Diskusi Buku “Sisi Remang” Pengelolaan Keuangan Daerah: Perspektif Aktor, Agama dan Budaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *