Ini Tentang Zelfbestuur, 108 Tahun Proklamasi 1.0

Sangat jarang didengar apalagi digaungkan oleh pemuda-pemudi pada zaman ini, yaitu kata Zelfbestuur. Sebuah kata yang dapat menggetarkan setiap insan, mampu menyadarkan kaum pribumi atas ketidakadilan, dan sebagai cikal bakal semangat perjuangan untuk memerdekakan negeri tercinta yaitu Hindia Belanda (Indonesia).

Tahukan Anda dari mana asal muasal kata Zelfbestuur?
Siapa yang pertama kali mengucapkan kata Zelfbestuur?
Kapan kata Zelfbestuur dikproklamirkan?

Yuk simak penjelasan singkatnya…

Pada tanggal 17 Juni 1916, menjadi hari bersejarah bagi Indonesia, karena pada hari itu merupakan acara pembukaan Kongres CSI (Central Sarekat Islam) yang pertama di Alun-alun Kota Bandung, Jawa Barat. Hadji Oemar Said Tjokroaminoto yang dikenal sebagai HOS Tjokroaminoto pertama kali mendeklamasikan secara terbuka ide pemerintahan sendiri (Zelfbestuur) dalam pidatonya ditengah-tengah ribuan peserta Kongres CSI. HOS Tjoroaminoto telah merasakan guncangan batin atas ketidakadilan perlakuan pada Kaum Pribumi di tanah air yaitu Hindia Belanda yang saat ini disebut Indonesia. Kaum Pribumi diperbudak seperti sapi perah untuk diperas tenaganya dan diambil susunya demi kepentingan pribadi (kolonial), padahal mereka hidup di tanah air sendiri.

Berikut beberapa penggalan pidato HOS Tjokroaminoto pada Kongres CSI di Bandung:

“Tuan-tuan! Sungguh besar nama kongres ini … Kongres Nasional! … Nama ini, perkataan Nasional, tidaklah sekali-kali menunjukkan keangkuhan kaum SI, atau menunjukkan tajamnya fikiran dan luasnya pemandangan pemimpin-pemimpin Kongres, tetapi semata-mata hanyalah menunjukkan salah satu dari pada maksudnya pergerakan SI, yaitu berikhtiar akan menaik tangganya kebangsaan (natie), dan di dalam Kongres ini yang akan kita bicarakan yaitu: Usaha yang pertama-tama buat membantu supaya Hindia lekas dapat pemerintahan Zelfbestuur, atau supaya sedikitnya penduduk Bumiputera lekas diberi hak akan turut bicara dalam perkara pemerintahan ….”

“Meskipun jiwa kita penuh dengan harapan dan keinginan yang besar, kita tidak pernah bermimpi tentang datangnya Ratu Adil atau kejadian yang bukan-bukan, yang kenyataan tidak pernah terjadi. Tapi kita akan terus mengharapkan dengan ikhlas dan jujur akan datangnya status berdiri sendiri bagi Hindia Belanda … Tuan-tuan jangan takut, bahwa kita dalam rapat ini berani mengucapkan perkataan Zelfbestuur atau Pemerintahan Sendiri …” (Mulawarman, 2022)

Dengan melihat itu semua, HOS Tjokroaminoto mempunyai keinginan untuk membebaskan bangsanya sendiri dari jajahan pemerintahan kolonial, karena sudah waktunya Kaum Pribumi mendapatkan haknya untuk “merdeka”, merdeka dari penjajah bangsa lain dan merdeka dalam berpikir tanpa harus takut, takluk, dan tunduk serta menjadi budak di negeri sendiri.

Pidato HOS Tjokroaminoto itu menjadi pemicu awal dari sebuah gerbang “kemerdekaan” untuk bangsa dan negeri yang zelfbestuur (pemerintahan sendiri) sehingga penyadaran akan nasib dan masa depan diri, serta keinginan bebas dari kolonial Belanda di negeri sendiri dapat terwujud. Melalui Sarekat Islam (SI), yang terbukti dengan banyaknya keanggotaan dan cabang-cabang SI di berbagai daerah Nusantara.

Ternyata di tahun 1916, Proklamasi Kemerdekaan untuk Indonesia sudah di gagas oleh HOS Tjokroaminoto “Raja Jawa Tanpa Mahkota”, seorang guru bangsa mendedikasikan secara penuh gerak lahir maupun batinnya untuk negeri tercinta.

Menarik yaa???

Apakah Anda ingin tahu lebih dalam tentang sejarah terbentuknya Kemerdekaan Indonesia? Kenali dulu sosok HOS Tjokroaminoto dalam buku Jang Oetama: Jejak dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto karya Aji Dedi Mulawarman yang diterbitkan oleh Penerbit Peneleh

 

Salam Penerbit Peneleh,
Menjiwakan Kebangsaan, Membumikan Religiusitas
#Zelfbestuur #Aksi

Hubungi Admin Penerbit Peneleh untuk mendapatkan bukunya ya…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart