Bedah Buku Konsep Pendidikan Akuntansi Merdeka

🌟 BEDAH BUKU DAN DISKUSI 🌟
Konsep Pendidikan Akuntansi Merdeka – Dekonstruksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Menempatkan manusia sebagai subjek Pendidikan telah menjadikan proses pendidikan sebagai upaya untuk “mengukuhkan hegemoni budaya kapitalisme”, menjadikannya bagian integral dari sistem kapitalis sekaligus telah menjadikan manusia sebagai mesin bagi sebuah pencapaian.

Jadi apa saja, dan bagaimana seharusnya para pengajar bertindak, agar tetap bisa digugu dan ditiru?

Mari simak materi dan bedah bukunya, sekaligus kita bisa diskusikan secara langsung.

📣 Pengantar 📣
👤 Prof. Eddy R. Rasyid, PhD., CA

📣 Penulis – Narasumber 📣
👤 Dr. Jurana NS, SE, M.SA

📣 Pembedah 📣
👤 Dr. Novrida Qudsi Lutfillah

🌖 Waktu 🌔
🗓Hari,Tanggal : Sabtu, 30 Januari 2021

⏰Pukul : 15.30 – 17.30 WIB

📲Tempat : Melalui Zoom Cloud Meeting, dapat di akses langsung ke Link berikut ini ➡️

Dijamin Pasti Keren Banget ‼

So, Tunggu apa lagi?? Segera gabung melalui bit.ly/BedahBukuPeneleh
Pemesanan Buku melalui bit.ly/cp-penerbit-peneleh
Pembelian melalui shopee: https://shopee.co.id/penerbitpeneleh?categoryId=16049&itemId=7551664355

e-Book bisa anda dapatkan di https://play.google.com/store/books/details/Jurana_Konsep_Pendidikan_Akuntansi_Merdeka_Hasil_D?id=qwcTEAAAQBAJ (harga lebih murah)

🔅 Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh 🔅

Bedah Buku Catatan Relawan Riset Peneleh: Menggali Potensi Desa di Jabung, Malang

Penyelenggara:

– Penerbit Peneleh (anggota IKAPI dengan nomor anggota No. 248/ Anggota Luar Biasa/ JTI/ 2020)

Daftar Bedah Buku

– klik: bit.ly/BedahBukuPeneleh

Buku ini memuat catatan Relawan Riset di Desa Jabung, Sukopuro, atas kegiatan beberapa tahap mulai dari pelatihan, pelibatan, hingga pendampingan mulai 10 Oktober 2016 hingga akhir September 2017.
Mereka yang mengikuti program ini mendapatkan materi tentang keberpihakan; bahwa riset seharusnya dimulai dari tujuan mulia yaitu memberdayakan kaum termarjinalkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Oleh karenanya, bagi Aktivis Peneleh jalur Relawan Riset, sebuah penelitian adalah upaya untuk menggerakkan hijrah. Riset harus diaksikan langsung agar tidak menjadi sebatas wacana!

Kesan relawan riset tersaji di akhir buku, dengan napas yang serupa, adalah rasa syukur atas kesempatan merasakan kehidupan “nyata” desa serta kesadaran bahwa ada yang terabaikan dalam riset-riset akademisi.

SAMBUTAN PEMBUKA
Fadjar Setiyo Anggraeni, MSi

  • Direktur Penerbit Peneleh
  • Penata Aktivis Peneleh
  • Aktivis Relawan Riset Peneleh

PENGANTAR
Resi Ariyasa Qadri

  • Dosen PKN STAN dari Jurusan Akuntansi
  • Aktivis Relawan Riset Peneleh

PEMBEDAH
Achdiar Redy Setiawan
– Penulis Buku “Sisi Remang” Pengelolaan Keuangan Daerah
– Mahasiswa S3 Universiti Sains Malaysia
– Aktivis Relawan Riset Peneleh

PEMBICARA

  1. Dr. Darti Djuharni
  • Aktivis Relawan Riset Peneleh
  • Dosen STIE Malangkucecwara
  1. Ismayantika Dyah P., M.B.A
  • Aktivis Relawan Riset Peneleh
  • Dosen Universitas Nusantara PGRI Kediri

MODERATOR
Dennik Febriana

– Aktivis Peneleh Angkatan X

Harga Buku:

  • Umum @Rp50.000,-
  • Aktivis Peneleh @Rp40.000,-
    Beli
  • klik bit.ly/cp-penerbit-peneleh
  • Atau ke https://shopee.co.id/penerbitpeneleh?smtt=0.0.9

Diskusi Buku Etika Profetik Bagi Pengelola Keuangan Negara

  • (Menolak) Etika Profetik?

Pelaksanaan daring via Zoom, pada:
Minggu, 20 September 2020 jam 15.00-selesai (link akan dibagikan di grup peserta)

Pendaftaran : bit.ly/BedahdanDiskusiBuku

Pemesanan buku: klik bit.ly/cp-penerbit-peneleh atau ke +6287882382740 (Penerbit Peneleh)

PEMATERI:

  1. Bobby Briando
  • Penulis Buku Etika Profetik Bagi Pengelola Keuangan
  • Dosen Politeknik Imigrasi Jakarta
  1. Prof. Iwan Triyuwono
  • Penulis Buku Etika Profetik Bagi Pengelola Keuangan Negara
  • Guru Besar Bidang Ilmu Akuntansi Syariah Universitas Brawijaya
  1. Prof. Gugus Irianto
  • Penulis Buku Etika Profetik Bagi Pengelola Keuangan Negara
  • Wakil Rektor Bidang Keuangan Universitas Brawijaya

KOMENTATOR
Prof. Unti Ludigdo

  • Guru Besar Ilmu Etika Bisnis dan Profesi Universitas Brawijaya

PENGANTAR
Prof. Muhamad Ali Embi

  • Professor of Universiti Utara Malaysia (UUM); College of Law, Government and International Studies

Carut marut tata kelola keuangan berujung tindakan fraud pengelola keuangan, sebagai bukti ada fakta di media yang masih ramai memberitakan gurita korupsi. Inkonsistensi profesionalitas versus kinerja bidang keuangan seakan tumbuh subur di negeri tercinta. Paparan menarik untuk diungkap “ada apa dengan pengelola keuangan?”.
.
Ya, saat nilai lepas dari konstruksi kerja keuangan, maka layak dipertanyakan peran etika sebagai garda depannya. Benteng seperti apa yang layak dibangun menjadi upaya memadamkan jebakan Batman dalam mengelola keuangan. Menemukan jawabnya adalah tugas kita menghadiri gempita diskusinya.
Untuk lebih jauh memahami etika profetik sila hadir dalam agenda diskusi ini.

Bedah Buku Wakaf Bergerak, Teori dan Praktik di Asia

Selain zakat, wakaf juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Islam. Perbedaan zakat dan wakaf terletak pada waktu pemanfaatannya, pemanfaatan wakaf jauh lebih lama daripada zakat. Artinya, wakaf bisa menjadi solusi untuk meningkatkan ekonomi keumatan dalam jangka waktu yang panjang. Namun, wakaf di Indonesia sangat identik dengan 3M, Madrasah, Makam, Masjid/Mushola. Tiga hal tersebut merupakan wakaf yang berupa aset tidak bergerak atau kurang produktif. Padahal, aset wakaf tidak hanya berupa benda yang tidak bergerak atau produktif, melainkan juga berupa benda yang bergerak atau yang memiliki produkfitasnya tinggi. Seperti logam mulai, wakaf tunai (uang) dan lain sebagainya.

Buku ini mengulas bagimana pemanfaatkan aset wakaf bergerak/produktif dari segi ekonomi yang berfokus pada efisiensi produktifitas wakaf. Penulis juga mengajak pembaca menyelami praktik-pratik wakaf yg sebenarnya sudah terjadi di Asia, sebelum dan sesudah Islam datang.

Penulis membagi pembahasan wakaf bergerak/produktif menjadi tiga, yaitu bagaimana wakaf bergerak/produktif dalam hukum negara dan agama, bagaimana model pelaksanaan wakaf bergerak/produktif yang dapat diterapkan di Indonesia dan bagaimana praktik terbaik wakaf bergerak/produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bedah Buku Kritik Atas Adopsi IFRS Perspektif Ekologi Akuntansi

Pertanyaan besar pasti akan terbesit di pikiran sesaat membaca judul buku ini. Diantaranya akan bertanya, apa hubungan antara akuntansi dengan ekologi? Sebagian orang akan tertarik begitupun sebaliknya, ada yang bersikap tak mau tahu.

Penulis mengajak pembaca agar tidak melihat IFRS sebagai hal mutlak untuk diterapkan sebagai suatu standar. Buku ini tegas mengulas secara mendalam perjalanan adopsi IFRS dengan meninjau dari berbagai literatur. juga penulis meneliti secara langsung ke lembaga terkait.

Contoh-contoh lapangan di ulas dalam buku ini didapat melalui wawancara dengan pihak terkait seperti  Anggota DSAK (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) – MS para pendahulu akuntansi,   JH Mantan pengurus DPN-IAI yang terlibat dalam kebijakan adopsi IFRS- AH mantan ketua KNPAI dan Komite Standar Akuntansi – HK Kementrian BUMN, asisten bid Industri strategis – GT Kementrian Keuangan, PPAJP – LS Bapepam-ERW  Partner KAP Big Four (EY dan Delloite) Perusahaan wajib IFRS(BRI, CIMB Niaga, Askrindo)

lebih menarik lagi saat peneliti mencoba mengungkapkan siapakah tokoh kunci dan apa strategi yang dimainkan guna memuluskan keinginan adopsi IFRS. Bagaimana perjalanan standar akuntansi Indonesia. ditinjau dari aspek ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Buku ini juga mengkritisi beberapa pihak yang terlibat dalam adopsi kebijakan IFRS di Indonesia. seharusnya, sebagai salah satu negara yang ikut dalam derasnya arus kesepakatan penggunaan standar akuntansi global (IFRS), Indonesia hendaknya tidak hanya mengikuti arus, namun pengambilan sikap dan keputusan adopsi selayaknya lebih didasarkan karena kebutuhan akuntansi yang harus dipenuhi oleh pemakai informasi akuntansi di Indonesia. Masyarakat harus realistis dan kritis terhadap fenomena adopsi IFRS.

Bedah Buku Nandur Ngunduh

Minggu, 21 Juni 2020 telah terlaksana bedah buku “Nandur Ngunduh; dari Pemikiran ke Aksi Perubahan, Tawaran untuk Organisasi Swadaya Masyarakat”.

Acara ini diadakan secara daring oleh Penerbit Peneleh. Bedah buku yang judulnya diambil dari filosofi Jawa ini dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga praktisi pemberdayaan dan pembanguna desa. Filosofi Nandur Ngunduh ini merupakan kunci untuk kita menguak semua kejadian yang kita alami dan kita saksikan.

Hubungan sebab akibat dari konflik sosial, sumber daya alam, bencana alam apabila di telaah akan bermuara pada dampak perbuatan manusia.

Buku yang tebalnya 269 halaman ini ditulis oleh Arijanto Komari, MPH untuk mengabadikan pengetahuan dan pengalaman selama bekerja di UNICEF dan melakukan pengabdian dan pengembangan masyarakat khususnya masyarakat desa.

Narasumber pembedah adalah orang-orang yang sudah ahli di bidangnya, yaitu Iggrid Kolb Hindarmanto (Jerman), Dr. Willy yang keduanya memiliki pengalaman bekerja di UNICEF sekaligus sahabat dari Penulis buku. Selain itu hadir juga Dr. Muhammad Sulhan, S.I.P,MSi Dosen di Departemen Ilmu Komunikasi UGM.

Diskusi berjalan dengan penuh khidmad, meski hanya via daring, diskursus kritis menjadi penyedap suasana, tak jarang juga pembedah memberikan kritik kepada penulis.

Materi power point acara dapat diunduh di:

Bedah Buku Akuntansi Utang

Hari ini, Sabtu, 13 Juni 2020, Penerbit Peneleh mengadakan bedah buku berjudul Akuntansi Utang; Menggali Makna Utang ‘tuk Mencapai Cinta Ilahi dengan Pendekatan Etnohipnisis karya Dr. Judi Suharsono dan Prof. Iwan Triyuwono

Buku ini adalah hasil studi tentang makna “utang” dengan menggunakan etnohipnosis. Utang yang pada akhirnya menjadi temuan adalah utang yang dilandasi “Cinta” kepada Allah SWT yang kemudian mewujud pada cinta kepada sesama. Pondok Pesantren Sidogiri yang menjadi situs penelitian ini menjadi sebuah bukti bahwa utang berbasis cinta justru akan membuat manusia dekat kepada Allah SWT dan jauh dari perilaku kezaliman (sebagaimana yang muncul pada utang konvensional). Selamat membaca, dan penuhi hati Anda dengan Cinta kepada Allah SWT.

Untuk mendapatkan buku penting sehargga Rp120.000 ini bisa menghubungi nomor pemasaran Penerbit Peneleh di +62 857-0783-3028.

Seluruh hasil donasi dan hasil penjualan buku yang terkumpul akan diperuntukkan bagi pembangunan masjid kampus URUP.

Video rekaman acara bisa di-download di sini (copy paste link ke browser): bit.ly/BB-akuntansi-utang

Bedah Buku Studi Etnografi Istana Dalam Loka

Hari ini, 10 Juni 2020, Penerbit Peneleh menyelenggarakan agenda Bedah Buku berjudul Saat Kekayaan Serupa Bintang secara daring. Hadir sebagai pemateri dan sekaligus penulis buku adalah Sudrajat Martadinata, MSA. Kalangan dosen dan mahasiswa serta pegiat budaya hadir dalam agenda ini.

Dalam pernyataan penutup, pemateri menyampaikan bahwa akuntansi bisa dipandang dari berbagai sudut ruang dan waktu yg berbeda dengan akuntansinya sendiri, sehingga akuntansi itu bisa dilihat sebagai realitas yang sifatnya komprehensif.

“Seperti halnya dalam konteks ini, kalau dalam devinisi akuntansi konvesional bahwa aset itu hanya memiliki manfaat ekonomi saja. Tetapi dengan kita melihat dari sisi budaya tidak berhenti di situ. Bahkan kalau mungkin kita ingin melihat dari sudut pandang yang lain, akan ada yang melengkapi dari devinisi akuntansi itu sendiri,” jelasnya.

Peradaban Santri; Santri adalah Representasi Otentik Nusantara

Hari ini, 09 Juni 2020, Penerbit Peneleh kembali mengadakan bedah buku terbitannya. Kali ini yang dibedah adalah buku berjudul Peradaban Santri: Perspektif Kuasa-Pengetahuan, karya Ahmad Fauzi.

Otensitas santri sebagai pemegang teguh kebudayaan otentik nusantara harus dipertahankan. Melalui mekanisme kuasa yang dimilikinya, pesantren hingga kini berhasil menumbuhkan benih nilai-nilai luhur pesantren kepada santrinya. Inilah tugas penting pesantren, selain mengajarkan ketaqwaan dan cinta ilmu kepada santri.

Buku ini menarik untuk didiskusikan di tengah diskursus tentang santri dan peradabannya semakin sering menjadi perhatian dan kepentingan. Sebab, buku ini menawarkan diskusi mengenai santri dari sudut pandang “sesat”, yaitu teori kuasa-pengetahuan yang ditelurkan oleh Michel Foucault, seorang filosof asal Perancis yang secara ide sangat dekat dengan Nietzsche, sang nihilis sejati “pembunuh tuhan” dari Jerman.

Akuntansi Pertanian: a Prophetic Legacy

Hari ini, 1 Juni 2020, sebanyak 117 peserta ikut aktif dalam diskusi membahas buku Akuntansi Pertanian: a Prophetic Legacy. Dibutuhkan suatu pemikiran “Out of the Box” untuk menerima ide baru bahwa akuntansi yang suci dimulai dari aktivitas pertanian- yang kini telah bertransformasi di bawah payung liberalisme dan kapitalisme.